BAJU LEBARAN BAPAK

pelajarnubanten.or.id
“LEBARAN nanti bapak ingin sekali memakai sarung dan baju koko yang baru. Sudah lama rasanya bapak tidak memberi sarung dan baju baru,” ungkap bapak persis sehari sebelum Ramadan. Sebagai anak bungsunya yang tinggal seatap dengannya, aku mengangguk mengiyakan. Kusampaikan bahwa insyaallah aku akan memenuhi keinginannya. Bapak menyambut janjiku dengan senyuman sambil memegang tangganku’
Setiap kali menatap mata bapak, bayangan kisah masa kecilnya selalau tergambar jelas di sanah. Bapak yang dari kecil sudah yatim piatu pasti tidak mudah melewati takdir hidupnya. Bekerja sejak kecil, harus putus sekolah, terlantar tanpa kasih sayang kakak-kakaknya, dan berjuta cerita lain bagaimana perihnya masa kecil Bapak. Kisah perih itu berujung manis saat Bapak bertemu dengan Ibu. Mereka menikah dan mempunyai anak. Menurut Bapak, semua kisah sedih masa kecilnya berganti bahagia setelah ia berkeluarga. Sayangnya, dan kakak-kakakku yang sibuk bekerja selalu lupa bahwa bapakku butuh perhatian lebih, apalagi setelah kepergian ibu. Termasuk lupa bahwa baju baru Bapak itu adalah baju yang dipakainya saat tiga tahun silam.
“Ma, kita pulang, yuk,” Rania menepuk bahuku. Sambil menghapus pipiku yang basah, aku segera beranjak berdiri dan sejenak melihat kembali batu nisan itu. Tertera dengan jelas nama Bapak bersama tanggal pertengahan tahun ini.

KONTRIBUTOR

PC IPNU LEBAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *