GEMPITA suasana pagi ini mengharu birukan perasaan ku.

GEMPITA suasana pagi ini mengharu birukan perasaan ku.
Sukacita tak tergambarkan kata-kata. Kedua orang tua kami
tak henti tersenyum saat menerima para tamu undangan
yang satu per satu menyalami kami di pelaminan.
Senandung lagu berirama gambus kian menghangantkan jiwa
Dan raga kami yang berbahagia. Perjalanan kisah sampir
Sembilan tahun ini akhirnya berujung indah. Tak ada lagi
Kasta di Antara dua keluarga. Semua melebur berbingkai
Warna-warna pelangi.
Aku melirik nya. Lagi dan lagi. Ia yang kecantikannya
Terlalu sempurna di mataku terus menyungingkan senyum.
Sorot mata bidadarinya seolah berucap rasa syukur yang
Dalam atas semua yang terjadi. Pernikahan impian ini nyata
Baginya. Aku terus menggengam tangannya,
Melekatkannya di dada, meletakannya di atas kerinduan
Yang terhampar di hatiku, sedetik pun aku tak ingin
Kehilangannya lagi.
‘’Mas, silahkan mengisi buku tamu! Silahkan, mas’’
Ucap seorang gadis yang duduk di meja penerima tamu.
Buyar lamunanku seiring dengan puluhan pasang mata yang
Mengantre di belakangku. Resepsi pernikahan ini ternyata
Bukan milikku. Gadis yang sangat kucintai itu tidak
Bersanding denganku. Kisah yang terjalin lama itu pun tidak
Membawanya sebagai jodohku. Aku memutar badan
Bersama sudut mataku yang terasa perih. Semua masih
Menggariskan ia bukan jodohku.

Bagikan

KONTRIBUTOR

PC IPNU LEBAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *