IPNU : PROBLEMATIKA, TRANSFORMASI, KOLABORASI

PROBLEMATIKA, TRANSFORMASI, KOLABORASI

Faiz Zaky Iqbal Al Ilham (  PC IPNU Kota Tangerang Selatan )

PROBLEMATIKA

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) adalah salah satu organisasi dibawah naungan jam’iyah Nahdlatul Ulama, tempat berhimpun dan wadah komunikasi pelajar NU. IPNU sebagai tiang penyangga yang dituntut untuk berkiprah lebih banyak dalam pembangunan bangsa yang bermodalkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan keteguhan iman yang diharapkan mampu mengantarkan cita-cita luhur bangsa. IPNU lahir pada tanggal 24 Februari 1954 di Semarang.

Dilihat dari kacamata sejarah, IPNU merupakan salah satu wadah pelajar yang sampai hari ini masih berkomitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyyah dan dalam Membangun Peradaban bangsa. Namun dalam perkembangannya, Cita-cita dan Jati diri IPNU dirasa semakin mengerucut hilang tergerus oleh peradaban zaman.

Dengan peradaban zaman yang sudah semakin berkembang, maka peran serta tantangan yang diemban oleh setiap kader saat ini haruslah bisa ditangani lewat modal yang ditempuh dari proses yang matang. Untuk mencapai Proses yang matang, pastilah akan melalui banyak Hambatan yang mengganggu jalannya Proses. Tantangan Problematika pastilah akan terjadi dalam Suatu Proses terutama Proses Berorganisasi, Baik dari Masalah Kerjasama atau Kolaborasi antar Kader yang tidak rapih, Masalah yang ada pada individu atau Masalah lain yang hadir didalam internal Organisasi.

 

TRANSFORMASI

Menyikapi tema HARLAH KE 67 IPNU yang berbunyi “ Transformasi Pelajar Untuk Peradaban Bangsa “ Memang sangatlah Menarik. Diawali dengan Kalimat Transformasi, memang sangatlah Perlu IPNU bertransformasi dalam segala Hal baik dalam Hal Program, Pergerakan, dan Sikap/Jiwa dari pada kader IPNU sendiri.

Dalam menghadapai Zaman yang semakin maju, IPNU memang dirasa perlu bertransformasi mengembangkan Inovasi-inovasi dan Gagasan-gagasan yang mampu menjawab tantangan zaman yang semakin beragam. Tidak bisa dipungkiri, Sampai hari ini masih banyak pula generasi muda khususnya kalangan pelajar kita yang dengan mudahnya memberikan ujaran kebencian, terutama melalui medsos. Dengan gampangnya kata-kata kotor dan bully dilontarkan untuk mencari pembenaran. Belum lagi sikap-sikap intoleransi, kebencian dan hoaks yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita yang berpotensi memecah belah kebhinekaan kita.

Transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh IPNU dimana di Era saat ini Kaum pelajar NU dituntut untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dalam berkontribusi dan berperan aktif guna menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Kaum pelajar NU harus jadi part of solution, bukan part of problem. Kaum pelajar harus berani untuk mentransformasikan dirinya untuk ikut andil dalam membangun peradaban bangsa. Dengan semangat Belajar, Berjuang, Bertaqwa(Trilogi IPNU)  kaum pelajar harus berani berperan memberikan solusi dari berbagai permasalahan yang ada.

Garis haluan IPNU yang menjadi “anak” dari Nahdlatul Ulama harus mulai dikembalikan lagi. Di samping tetap memperluas cakupan pengkaderan. Tindak lanjutnya dapat diberikan dalam melihat peluang akan peranan intelektual muda dalam membangun bangsa melalui pengembangan soft skills dan juga penggemblengan secara organisasi.

Daya tarik IPNU yang unik dan khas harus tetap dimunculkan seperti kultur keagamaan ala NU. Para pelajar yang terus mengalami proses belajar baik secara akademik maupun organisatoris yang akan mampu membangun suatu mental sosial secara memadai.

 

KOLABORASI

Kolaborasi adalah praktek dimana individu kader bekerja sama untuk tujuan yang sama untuk mencapai efisiensi dan efektifitas. Banyak organisasi memanfaatkan kolaborasi untuk meningkatkan kerjasama. Segala macam problematika serta tantangan yang terjadi sekarang ini tidak lepas dari perkembangan zaman yang semakin berubah pula. Hal ini menandai datangnya era baru dengan segala kompleksivitas dinamikanya. Problem dan tantangan  bukan hanya datang dari luar, melainkan di dalam tubuh IPNU sendiri masih banyak yang perlu untuk dibenahi dan dievaluasi kembali. Cara pandang, cara bepijak, hingga Pola Gerak yang menjadi tantangan sebenarnya.

Tugas berat yang sangat dirasakan oleh setiap kader adalah menciptakan Gagasan dan formulasi baru dalam tubuh IPNU yang nantinya akan menjadi acuan organisasi IPNU. Dalam menciptakan Formulasi baru, Kolaborasi sangat diperlukan sebagai sarana Kerjasama untuk  tercapainya Ide dan Visi misi yang sama untuk tujuan bersama..

Syarat utama dalam kolaborasi adalah kesadaran untuk meyakini bahwa setiap orang dalam kolaborasi adalah bagian dari entitas yang bekerja bersama untuk satu tujuan organisasi. Di sini, setiap kader IPNU yang terlibat dalam kolaborasi harus memiliki motivasi diri yang kuat, dan mendorong diri masing-masing untuk terlibat dalam ritme kerja kolaboratif, serta selalu proaktif dalam konsensus pemecahan masalah. Setiap Kader harus cerdas bernegosiasi, saling berkontribusi dalam kerja sama, untuk menemukan titik tengah dari solusi yang diinginkan.

 

Harapannya, Kaum Pelajar NU harus mampu mengarungi perkembangan Zaman dengan Transformasi yang matang, baik dari Gagasan, Inovasi, dan Perkembangan Skill yang ada pada kader IPNU. Kader IPNU juga diharapkan memiliki Jiwa Kritis dan Mampu Menganalisa Setiap Permasalahan yang berkembang. Transformasi dan Kolaborasi memang sangatlah tepat bila diaplikasikan guna tercapainya organisasi yang maju dalam persaingan yang sangat ketat di zaman dinamis ini. (31/03/2021)

Admin

Pengurus situs pelajarnubanten.or.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *