MAKNA KEMERDEKAAN DI KALANGAN ANAK MUDA

Oleh : Akbarudin, ME (Ketua PP IPNU Bidang Seni Budaya)

http://Pelajarnubanten.or.id

Salam pelajar!
Selamat hari kemerdekaan…!!

Puji syukur mari kita haturkan kepada Tuhan semesta alam, yang telah menjadikan bumi dan seisinya begitu lengkap, estetik, gamblang, dan tentu saja sarat atas makna dibalik segala peristiwa. Salah satu contoh yang paling nyata adalah frasa ‘Kemerdekaan’, dimana kata ini sering kali terucap hampir disetiap relung kehidupan sehari – hari. Namun, apakah kemerdekaan itu sebatas lahir dan berjalan dari sebuah proses pengorbanan manusia saja?, lazimnya kemerdekaan mungkin hanya didefinisikan sebatas itu, tanpa ada semacam perenungan vertical antara hubungan Tuhan dan Manusia. Bahwa kemerdekaan mesti juga dimaknai sebagai campur tangan orang – orang beramal shaleh, yang berusaha selalu menjaga kewajiban spiritualitasnya untuk mengetuk pintu langit, dan menarik jawaban – jawaban benar melalui proses transsendental.

Paragraph diatas mungkin sekelumit pembuka dari pendapat penulis yang berusaha memahami pembukaan Undang – undang 1945 dengan diksi “Atas Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa”. Satu hal yang tak boleh luput dari perhatian warga Bangsa adalah bahwa Kebudayaan masyarakat Indonesia begitu religius, dan tak jarang menyerahkan setiap fenomena kebangsaan melalui proses – proses spiritual (Ijtihadiyah dialogis), yang melibatkan para pemikir agama, pendeta, kaum cendikiawan, ilmuan, serta para ahli yang memiliki otoritas memecahkan setiap perkara kebangsaan. Sebut saja misalnya Hadratussyaikh KH. Hasyim As’ari, seorang ulama karismatik yang dalam beberapa Riwayat founding Father disebut – sebut sebagai centra perhatian Presiden Soekarno, dalam hal meminta petunjuk dari setiap peristiwa kebangsaan yang yang terjadi pra proklamasi 17 Agustus 1945.

Bergeser sejenak dari prolog diatas, memasuki 76 tahun umur kemderdekaan Bangsa Indonesia, maka setiap kita sebagai warga bangsa mungkin perlu Kembali memaknai ‘Kemerdekaan itu seperti apa dan seharusnya bagaimana’?, apa yang harus dilakukan setelah kemerdekaan tersebut di capai?, apa karya yang perlu kita buat untuk mengisi kemerdekaan?, bagaimana aksi yang perlu kita lakukan dalam mengisi hari kemerdekaan ditengah wabah pandemi Covid-19?, dan apa yang menjadi harapan bersama bagi Indonesia?. Penulis mencoba mengkorelasi momentum 17 agustus tahun 2021 ini dengan Langkah anak – anak muda Indonesia dalam mengisi hari kemerdekaan.
Pertama, sebagai anak muda, kita perlu memaknai hari kemerdekaan sebagai pembebesan diri dari mimpi – mimpi besar yang telah kita buat bertahun – tahun. Kita mungkin sering mengalami pasang surut dalam mengejar impian dan cita – cita. Skema yang telah dibangun sejak lama tak jarang berakhir ditengah jalan, dan memutus secara cepat tentang apa yang telah kita rencanakan sejak awal. ikap mudah patah mungkin saja sering kita jumpai dalam kehidupan generasi muda saat ini. Pun demkian tak sedikit anak – anak muda yang tetap produktif dalam melakukan berbagai hal yang konstruktif bagi kehidupanya.
Makna kemerdekaan yang penulis sebutkan diatas adalah sebuah proses mutasi (peralihan) dari zona nyaman ke zona perubahan. Tidak adak satu hal sekecil apapun yang dapat berubah menjadi lebih berarti, bila dalam diri kita tidak dapat membebasakn diri secara benar dalam memperjuangkan cita – cita. Impian orang – orang muda yang sedang dikejar dan di perjuangkan sampai saat ini merupakan bentuk dari pemaknaan diri yang merdeka dari pola hidup yang statis menjadi lebih progresif.

 

Kedua, ada semacam kerja kontributif dalam mengisi kemerdekaan bagi generasi muda Indonesia saat ini. Salah satunya dengan mengerjakan banyak hal untuk perubahan nasib hidupnya, bangsanya, dan lingkungan terdekatnya. Tiga hal ini menurut penulis adalah target yang mesti diperjuangkan oleh generasi muda. Perubahan nasib merupakan ikhtiar manusiawi untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Saat perubahan dalam dirinya telah mengalami perkembangan maknawiyah, maka masing – masing pribadi yang mengalami mutasi (perubahan) tersebut akan berkontribusi untuk menyumbang perubahan nasib bangsa, serta berdampak pada lingkungan terdekatnya. Selain itu, generasi muda Indonesia barangkali harus memiliki prinsip personality yang kuat bahwa; ‘setiap apa yang dilakukan mesti harus membawa misi perubahan untuk bangsanya’.

Ketiga, tak hanya soal perubahan dan perubahan, generasi muda harus memiliki mental dan kemauan yang keras untuk membuat real action sesuai kemampuan yang dimiliki. Sumbangan paling utama bagi generasi muda dalam mengisi momentum kemerdekaan ini adalah bagaimana dapat merawat motivasi dalam keadaan apapun untuk mewujudkan cita – cita. Bentuk paling nyata adalah tetap konsisten dalam menciptakan karya. Generasi muda tak boleh minder dan kalah oleh keadaan, sebab keadaan yang sulit merupakan waktu yang tepat untuk memupuk mentalitas anak muda menjadi lebih kuat dan sanggup mengemban amanah perjuangan. Orang – orang muda yang dibentuk dari sebuah proses yang serba terbatas namun ia tetap melakukan sesutu yang benar, adalah calon – calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.Tidak ada satu pun tokoh dunia dan tokoh bangsa Indonesia yang lahir dari situasi yang serba jadi dan serba mewah. Anda sebagai anak muda yang mengalami keterbatasaan dalam aspek apapun, merupakan saat yang tepat! untuk bertindak mengubah semuanya.

Keempat, kaitanya dengan moment HUT RI ke-76 di masa pandemi Covid -19 bagi generasi anak muda saat ini adalah dengan tetap membuat kreasi dan inovasi di tempat anda masing – masing. Anak – anak muda yang berkesenian, penulis, pembaca aktif, pembuat berbagai konten kreatif, dan lainya sebagainya, merupakan saat yang tepat untuk menghabiskan banyak waktu dirumah dengan membuat berbagai karya. Bagi generasi muda yang hobi melakukan berbagai kerja exsperimental membutuhkan banyak waktu untuk menyendiri, menyepi, merenung, dan bahkan melakukan kontemplasi karya. Di era Covid – 19 ini adalah saat yang menurut penulis sangat esensial bagi anda yang mebutuhkan waktu lebih banyak untuk mengerjakan berbagai proyek kreatifitas. Misalnya mengerjakan tulisan, mebuat karya seni rupa, mengerjakan project kreatif in the home dan lain sebagainya.

Meski ada pembatasan berinteraksi secara langsung dalam membuat pertunjukan kreatifitas bagi kalangan anak muda di momentum 17 agustus tahun 2021 saat ini, anda masih tetap bisa melakukan proses kreatif dirumah atau ditempat anda masing – masing. Jadikanlah rumah anda sebagai ruang kreasi dalam mengisi hari hari kemerdekaan tahun ini. Generasi muda masih tetap memiliki kesempatan mengubah tempatnya masing – masing menjadi laboratorium kreativitas. Kuncinya adalah melakukan kontemplasi (eksperimental) sebagai salah satu cara mendapatkan sumber inspirasi dalam melakukan banyak hal dari tempat anda masing – masing. Jadi, momentum HUT RI ke -76 ditengah pandemic covid-19 tahun ini sebenarnya memberikan porsi waktu yang lebih agar anda dapat membongkar dan menata ulang apa yang ingin anda kerjakan.

Kelima, harapan yang paling substansial bagi kita sebagai warga bangsa (terutama generasi muda), adalah menyisihkan waktu berbincang dengan kakek dan nenek kita yang dianggap mengetahui dan bahkan menjadi saksi hidup di masa kemerdekaan Republik Indonesia. Ini adalah waktu yang tepat bagi generasi muda untuk menggali informasi factual tentang cerita perjuangan melawan kolonialisme dari sumbernya secara langsung. Kenapa penulis berharap demikian?, karena hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak – anak muda Indonesia untuk Kembali menanamkan sifat – sifat nasionalisme dan sence of belonging terhadap bangsanya sendiri. Sebab, Bapak bangsa kita IR. Soekarno pernah mengataka bahwa Jangan sesekali meninggalkan sejarah. Karena sejarah adalah rekaman yang paling berarti dalam membangkitkan spirit kehidupan, dan karenanya kita dapat banyak belajar bagaimana Langkah – Langkah yang ditempuh untuk mewujudkan kemerdekaan.

 

 

KONTRIBUTOR

PC IPNU KOTA TANGERANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *