Mengenal Lebih Dekat Sekretaris Cabang IPNU Tangerang

pelajarnubanten.or.id, Kabupaten Tangerang.  Lahir di Tangerang, Rizieq Shihab ditunjuk sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tangerang sejak tanggal 31 Januari 2020,  setelah konferensi cabang (Konfercab) VII yang diadakan di Pondok Pesantren Miftahul Khair, Curug, tangerang, Banten

Bakat kepemimpinannya mulai nampak ketika ia diberi amanah menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA) Komisariat Untirta (2018-2019) Di kampung halamannya sendiri ia juga berperan aktif sebagai pegiat literasi kadu agung, Tigaraksa (2018). Pengalamannya dari berbagai organisasi berbeda ini merupakan bekal dasar bagi dirinya dalam mengasah bakat kepemimpinannya itu.

Tidak puas dengan pengalaman tersebut, Kang iziq, sapaan akrabnya, juga mengabdikan diri pada organisasi lain. aliran darah Nahdliyin di dalam tubuhnya mengajaknya untuk turut aktif dalam mengabdi pada IPNU.

“Saya dari kecil dididik dan dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin, jadi ini sudah kewajiban saya untuk meneruskan perjuangan para ulama-ulama terdahulu” ujar Riziq, dengan pernyataan yang tegas dan lugas.

Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Serang ini, melihat tantangan yang bakal dihadapi oleh para pelajar NU adalah pemahaman ideologi  yang kian melemah dikalangan pelajar Tangerang, apalagi Dimasa pandemi ini para pelajar setiap harinya lebih suka mengkonsumsi edukasi lewat media sosial yang belum pasti akan kebenarannya.

Oleh karna itu ia akan menekankan beberapa hal, diantaranya yaitu pengembangan ideologi, tertib administrasi dan pemasifan kaderisasi .

“Hal yang ingin dikembangkan, yang pertama pengembangan ideologi, optimalisasi kaderisasi secara merata dan pelatihan administrasi,” ujarnya pada Selasa (29/6/21).

Demikian diungkapkan oleh Riziq Shihab, dalam pandangannya mengenai IPNU Tangerang  atas kurangnya pengembangan ideologi, serta optimalisasi kaderisasi di wilayah Tangerang begitu kurang maksimal dilakukan.

Selain itu, revolusi industri 4.0 menuntut kemandirian individu. Maka diperkukan adanya pengembangan inovasi, hal itu akan dilakukan melalui organisasi. “Dan selanjutnya ada kemandirian organisasi , sebagai bekal menghadapi era digitalisasi , melalui program Diklat Administrasi,” pungkasnya.

 

(Kholil Umami)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *