“Nyata dan Kosong”

Aku berlari dalam perjalanan …
Aku jatuh dari pijakan
Saat kulihat semua tak lagi sama
Tak lagi seia sekata
Oh tidak, aku salah !!

Ini semua memang tak pernah sama
Kau membuatnya semakin nyata
Kenyataan bahwa kita memang sulit untuk bersama
Ekspektasi terbunuh hidup lagi,
Tapi luka sembuh sakit lagi …

Aku menangis …
Hatiku teriris
Jiwaku pun terkikis
Oleh ambisi ku sendiri
Mimpiku sendiri
Harapanku sendiri …

Aku sendiri …
Menepi untuk sepi
Menarik diri untuk sunyi
Aku kira mendapatkanmu ada jalan pintas
Tapi bias,
Terlalu percaya diri dengan jalannya
padahal jalurnya jauh ke mana-mana …

Aku ingin menangis !!
bahkan mengemis …
Mengemis cinta bak rakyat jelata memohon pada raja
Ya, aku budak cintamu tanpa kerajaan
yang mengemis perhatian
Mengais harapan
Menangis permohonan …

Kamu memang sengaja …
Menciptakan jarak yang tak kuduga
Menggali jurang yang curam
Dilapisi dinding dinding yang kelam
Lampu – lampu yang teramaram …

Sudahlah …
Aku sudah mencapai batasnya
Suatu saat dicerita yang berbeda
Aku akan membawamu sebagai lupa
Yang pandai memberi luka …

By : Siti Ana Rohana (PC IPPNU Tangsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *